Selamat Datang!! Di Blog ini anda akan mendapatkan berbagai informasi dan tips yang bermanfaat untuk anda Jika anda konsumen Tupperware Dapatkan !!!!! Produk Tupperware Gratis sesuai keinginan anda dengan belanja 1 party minimal Rp.750.000,- (Starchart) atau KitBag gratis sekaligus Member Gratis Bergabung menjadi DEALER Dapatkan discount produk Tupperware 30 %
Jumat, 31 Juli 2009
Pagi ini pekerja keras itu telah tiada……
Jadi ingat terakhir kali bertemu dengannya, ketika itu Dia mengambil tangga di rumahku, dan dia pun langsung terduduk sambil brkata, pada ibuku, cape’ bu. Kami pun menawarkan minuman kepadanya dan seperti biasa dengan halus dia menolaknya.
Ternyata belakangan ibuku bilang hari itu dia cerita ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya, katanya Dia ingin mengajak anak perempuannya jalan-jalan. Dan beberapa minggu kemudian daya mendengar bahwa Mang Didi sakit keras dan dibawa kerumah sakit umum di daerah Jakarta Utara, dari situ katanya Dia dirujuk ke Rumah sakit Besar di Jakarta, tulang belakangnya harus di bor karena penyakit Lever dan paru-parunya. Masya Allah hatiku bergetar hebat, bagaimana mungkin Dia bisa bertahan, pikirku. Mungkin kalau orang berada masih bisa tertolong dengan kondisi penyakit seperti itu, mereka akan dengan mudah mendapatkan rumah sakit termodern dengan uang yang mereka miliki, tetapi orang-orang seperti Mang Didi yang bekerja sebagai buruh bangunan, bagaimana dia akan mengusahakan biaya pengobatannya.
Seminggu kemudian aku bertanya kepada Mang Ajat tentang kondisi Mang Didi, dan mang Ajatpun mengatakan padaku bahwa kondisinya mulai membaik. Kalimat syukur dariku menyudahi percakapan saya dengan Mang Ajat. Sampai tadi pagi, ketika aku baru saja selesai memandikan anakku aku melihat Anak mang Ajat berteriak memberitahu bapaknya bahwa Mang Didi telah meninggal.... Inna lillahi wainna ilaihi rojiun.. Pagi ini pekerja keras itu telah tiada dengan meninggalkan 2 orang anak perempuan kecil dan seorang istri yang sedang mengandung.
Jumat, 17 Juli 2009
Hari ini Jakartaku terguncang Bom Lagi
Sayang sekali akhir pekan yang cukup tenteram ini harus diwarnai oleh kejadian yang menyayat hati rakyat Indonesia. Di saat orang-orang bergegas berangkat untuk bekerja, terpaksa harus mendengar dahsyatnya ledakan yang mengguncang Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Mariott di kawasan Mega Kuningan. Bahkan pukul 11.30 tadi membaca running text Metro TV ada ledakan bom mobil di daerah Muara Angke, Jakarta Utara.
Di saat negeri ini mulai tenang ,setelah beberapa bulan yang lalu krisis ekonomi dunia yang dampaknya tidak terlalu serius menimpa Indonesia tercinta ini, setelah beberapa minggu kemarin sempat panas karena Pemilu Legislatif dan PilPres.
Mengapa?
Mengapa harus ada lagi kekerasan?, Disaat Demokrasi sedang di dengungkan di negara ini. Disaat semua orang sudah mulai bisa mengemukakan pendapatnya dengan bebas. Tak adakah lagi cara yang lebih santun untuk dapat mengungkapkan segala amarah dan kekesalan?. Tidakkah mereka semua melihat Kemarahan dan kekesalan yang mereka lampiaskan dengan kekerasan hanyalah membuat penderitaan semata. Semua itu hanya membuat Negeri yang indah ini terpuruk kembali?
Tidakkah mereka semua sadar, jika kondisi Indonesia memburuk, rakyat kecillah yang akan menjadi semakin menderita. Atau memang itu keinginan mereka semua. Mereka ingin Bangsa ini terus terpuruk, menangis dan menderita.
Patriot-patriot bangsa mari selamatkan negeri ini dari kehancuran yang lebih dalam, jangan sampai Negeri ini tergadai oleh mereka yang berpura-pura perduli pada nasib bangsa ini, mereka yang hanya ingin mengeruk kekayaan negeri ini tanpa ingin melihat anak-anak kita kelak memimpin Bangsa ini dengan damai. Berbuatlah untuk Negeri Tercinta ini. Marilah kita bangun Negeri Impian Kita yang selalu aman, damai, tenteram, tanpa ada lagi bayangan ketakutan akan kekerasan dalam hati kita.
Sabtu, 11 Juli 2009
Hari-H Pilpres Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia
Ketika waktunya giliranku mencontreng, aku mengajaknya ke bilik suara dan saat membuka kertas suara, ada 3 gambar foto pasangan capres cawapres lengkap dengan nomor urutnya.
1 Mega – Prabowo
2 SBY – Budiono
3 JK – Wiranto
Abi, pilih yang mana? Tanyaku sebelum mencontreng. Nomor 2 Bunda, Abi suka Nomor 2. Ooh Begitu….
Kemudian akupun mencontreng pilihanku (kalau yang ini rahasia). Keluar dari bilik suara kamipun mencelupkan salah satu jari kami ke dalam mangkuk tinta yang disediakan KPPS. Selepas dari TPS aku bertanya lagi pada Abi mengapa dia pilih nomor 2. ” Diapun menjawabnya ringan ” Karena Abi Suka Lagunya Bunda”. Dan Abipun Berdendang
Dari Sabang Sampai Merauke
Dari Miangas Sampai Pulau Rote
Pilihan Partai boleh berbeda
Presiden tetap SBY
SBY... SBY Presidenku
SBY dari dan bagi Indonesia
SBY Presidenku…..
Lanjutkan!!!!!
Hari-H Pilpres Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia
Ketika waktunya giliranku mencontreng, aku mengajaknya ke bilik suara dan saat membuka kertas suara, ada 3 gambar foto pasangan capres cawapres lengkap dengan nomor urutnya.
1 Mega – Prabowo
2 SBY – Budiono
3 JK – Wiranto
Abi, pilih yang mana? Tanyaku sebelum mencontreng. Nomor 2 Bunda, Abi suka Nomor 2. Ooh Begitu….
Kemudian akupun mencontreng pilihanku (kalau yang ini rahasia). Keluar dari bilik suara kamipun mencelupkan salah satu jari kami ke dalam mangkuk tinta yang disediakan KPPS. Selepas dari TPS aku bertanya lagi pada Abi mengapa dia pilih nomor 2. ” Diapun menjawabnya ringan ” Karena Abi Suka Lagunya Bunda”. Dan Abipun Berdendang
Dari Sabang Sampai Merauke
Dari Miangas Sampai Pulau Rote
Pilihan Partai boleh berbeda
Presiden tetap SBY
SBY... SBY Presidenku
SBY dari dan bagi Indonesia
SBY Presidenku…..
Lanjutkan!!!!!
Anakku Duniaku
Dan Ketika Abi lahir, hari- hariku dipenuhi dengan dunia Abiku tercinta, hari-hari awalnya di dunia meninggalkannya sebentarpun tak ingin aku lakukan. Aku yang selalu berusaha memperhatikan anakku belajar detik ke menit, menit ke jam hari demi hari, dan akupun belajar tentang betapa usahanya untuk menjadi bisa. Aku tahu masa belajarnya sulit, ketika dia belajar tengkurap dan tidak bisa dia menangis, dari telentang ke tengkurap belum bisa menangis, belajar merayap menangis. Bahkan waktu belajar menggunakan teethernya dia menangis karena tidak bisa memasukkannya ke dalam mulut. Anakku cengeng pikirku waktu itu.
Semakin besar Abi kecilku menjadi pemarah, jika tidak bisa melakukan sesuatu dia akan marah, berteriak, jika sedang memegang sesuatu maka dia akan melemparkannya, masih cengeng juga sih. Aku sedikit bingung darimana dia mendapatkan ide untuk marah seperti itu. Belakangan aku tahu itu memang caranya untuk melepaskan emosinya, jadi saya biaarkan dia marah sambil berfikir, mungkin ada satu cara untuk lebih bisa meelepaskan amarahnya. Bicara, ya hanya dengan berbicara dari hati kehati dengannya bisa meredam amarahnya dan komunikasi pun berjalan dengan baik. Meski masih sesekali emosinya terpancing. Tetapi bukankah itu dunianya? Bebas dan lepas dari tekanan.
Anakku yang dua tahun lalu tidak bisa lepas dari aku Bundanya, kemudian setahun lalu mulai mengagumi ayahnya dan sekarang di usianya yang 3,5 tahun senang bermain bersama temannya hingga akupun diusirnya” Bunda masuk aja ke dalam, Abi disini lagi main sama teman-teman Abi”. Aku tersadar anakku mulai mandiri. Perlahan dan pasti, Bunda akan melepasmu terbang ke angkasa menuju bintang yang kau anggap paling terang. Bunda akan tetap disini selalu dan selalu melihatmu menggapai mimpimu, takkan pernah bunda menghalangi langkahmu, melangkahlah dengan pasti. Jika jatuh kembalilah berdiri, seperti saat dulu kau pertama kali berjalan jangan pernah takut karena bunda akan selalu mendukung setiap langkahmu. Doa bunda akan selalu mengiringi langkahmu . Melangkahlah lurus ke depan Satu Saja pesan bunda.... Jangan pernah tinggalkan Shalat mu, Jangan lupakan Allah sang pemberi kehidupan, karena Dia kau ada. Bicaralah pada-Nya saat kau kecewa, sedih, dan marah. Ceritakan Pada-Nya bahagiamu. Dan kau akan Tenteram selama hidupmu Anakku......
Peluk dan Cium Bunda untuk anakku yang tercinta
NAUFAL YODHA ABIMANYU
Hanya 28 hari saja perjalanannya……….
Ketika aku bercerita pada Mas Anto, suamiku tentang hal ini Dia bertanya padaku darimana Dia tahu levernya rusak, ku bilang pada Mas anto dari dokternya. Lalu akupun bertanya lagi” termasuk malpraktek nggak?. Jawaban Mas Anto enteng saja “baca undang undang rumah sakit aja, rekam medisnya ada? Nggak tahu timpalku. Itulah jawab mas anto lagi. Aku berfikir benar juga ya, Semestinya dari awal kita sebagai pihak pasien berfikir kritis. Sejak awal harus tahu hasil lab, analisa dokter tentang penyakit yang diderita, prosedur yang dilakukan serta jenis obat yang dokter berikan kepada kita saat kita sakit. Agar suatu waktu ada masalah bisa secepatnya ditangani. Karena Dokter juga manusia yang tidak luput dari kesalahan, tapi jika berkaitan dengan nyawa manusia???
Ketika Abi, Aku, ataupun Mas Anto sakit, sebelum ke Dokter aku berusaha mencari tahu dahulu apa yang sekiranya dirasakan dan aku berusaha menjelaskan dengan rinci hal apa saja yang menjadi keluhanku kepada dokter yang merawat. Dan biasanya setelah pemeriksaan aku akan bertanya pada dokter tentang penyakitku, apa penyebabnya, bagaimana pencegahannya, apa saja yang bisa memperparah kondisi tubuh kita. Dan setelah diberi obat aku biasanya mengecek jenis obat apa saja yang diberikan dan mencari tahu fungsi obat tersebut, berapa lama boleh diberikan kepada pasien. Hal yang mungkin sepele tapi sangat penting bagiku untuk mencegah terjadinya kesalahan. Kalau semua prosedur kecil itu sudah aku lakukan yang terjadi selanjutnya adalah Kehendak Allah. Kita hanya wajib berusaha semaksimal mungkin. Dan berdoa karena hanya Allah yang Maha Segala galanya.
Waktu tidak bisa diputar kembali, perjalanan 28 hari bayi kecil hendaknya kita jadikan cerminan, agar kita selalu berfikir kritis, bertanyalah kepada ahlinya jika kita tidak mengerti sesuatu hal. “Iqro, bacalah itu wahyu yang pertama kali di turunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Jika kita mau meluangkan sedikit saja waktu kita untuk membaca, mencari tahu tentang segala informasi yang terjadi dibelahan bumi ini.
Ini beberapa tips ke dokter dariku yang mungkin berguna
persiapkan pertanyaan tentang penyakit yang kita derita (kalau perlu dicatat di selembar kertas)
beritahukan keluhan kita kepada dokter sedetail mungkin, agar dokter dapat menganalisa penyakit kita dengan baik
setelah diperiksa tanyakan pada dokter jenis penyakit yang diderita, pengobatan, dan cara pencegahannya.
Setelah mengambil obat di apotik, cari tahu informasi tentang jenis obat, dosis, cara bekerja obat yang diberikan dan cek kembali apakah sesuai dengan keluhan penyakit dan analisa dokter.
Setelah obat habis belum ada perubahan, kembali lagi ke dokter semula karena rekam medis ada di dokter tersebut.
Jika pindah dokter minta rekam medis pada dokter sebelumnya untuk pengobatan selanjutnya ataupun mencari second opinion.