Rabu, 29 Desember 2010

Nonton Final Piala AFF 2010

Indonesia tanah air beta

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

Tetap di puja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta

Dibuai dibesarkan bunda

Tempat berlindung di hari tua

Sampai akhir menutup mata

Lirik lagu ini adalah salah satu dari lagu yang sering aku dendangkan saat abi kecilku sulit tidur di bulan-bulan awal kelahirannya. Sekarang, setelah lima tahun berlalu si kecilku sudah bisa mendendangkan sendiri walaupun dengan nada yang naik turun.

Saat euphoria Timnas sepakbola Indonesia melanda seluruh negeri tercinta ini, anakku bisa dengan lantang menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya (biasanya bersama ayahnya) sambil berdiri tegak sebelum pertandingan dimulai. Walaupun ketika mulai pertandingan, biasanya dia merengek agar chanel TVnya di pindah ke acara kartun kesayangannya. Alhasil, pernah suatu hari ayah akhirnya nonton di pertandingan sepak bola di pos satpam.

Garuda didadaku

Garuda kebanggaanku

Mudah-mudahan bukan hanya slogan sesaat, semoga ketika pertandingan piala AFF selesai masih terpatri di hati anak-anak Indonesia. Memacu semangat anak Indonesia untuk tetap berkreasi dan berprestasi di bidangnya.

Satu hari sebelum final AFF babak kedua, ke salah satu pasar regional di Jakarta. Merinding rasanya melihat dimana-mana, di emperan toko sepanjang jalan dijual kaos dan jaket merah-putih. Dan peminatnya, bukan main…….sepertinya setiap orang yang hari ini berkunjung ke pasar berminat untuk membeli kaos dan jaketnya... padahal harganya lumayan, tidak terlalu murah juga, untuk kaos dan jaket anak berkisar 40 sampai 50 ribu rupiah. Kalau jaket dewasa berkisar 150-170 ribu rupiah. Kalau yang ini bangga lho, karena asli produk Indonesia… paling tidak kreasi anak Indonesia ^_^…..

Berharap mudah-mudahan malam ini supporter Indonesia tidak ada yang berulah. Karena rasanya malu sekali kalau sampai ada kejadian seperti Final babak pertama di Malaysia hari Minggu yang lalu. Kalau menang, akan dianggap curang, kalau kalah pastinya… akan lebih memalukan lagi. Pastinya dalam setiap pertandingan selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Berharap…. Tim Indonesia menang besok, walaupun kata pengamat sepak bola hanya 5-10% kemungkinan tim Indonesia bisa menang. Tetapi saat kalahpun tetap menjadi bangsa yang terhormat.

Semoga malam ini , apapun yang terjadi Indonesia tetap menang……………

Hiduplah Indonesia raya…………

By. Riza Kemala

Kamis, 25 November 2010

Ilmu Tentang Gunung

Ketika malam menjelang tidur, aku pun menemani Abi untuk berdo'a. Setelah berdo'a diapun melihat ke arah ayah yang masih berada di depan komputer (berharap ayah datang ke tempat tidur untuk menemaninya). Aku pun bilang pada Abi, Bi ayah masih bekerja untuk mencari uang, hari ini Abi tidur sama Bunda dulu ya?
Lalu dengan lugas Abipun berkata, iya Bunda, Ayah kan tugasnya mencari uang, kalau Abi tugasnya mencari Ilmu. Oh.. yaaa? jawabku. memangnya Abi mau mencari ilmu tentang apa hari ini?Abi mau belajar ilmu tentang gunung, waaaah jadi mengingat-ingat lagi pelajaran geografi tentang gunung-gunung. Dengan bekal seadanya akupun mulai menyebutkan gunung-gunung di Indonesia. Hmmmm harus browsing nama-nama gunung lagi nih di Internet.................

Senin, 22 November 2010

Dua Ribu Rupiah Saja Ayah.... (Bagian II)

Suatu pagi, seperti biasa, Abi bangun pagi saat adzan Subuh berkumandang. Aktifitas pagi pun berlangsung seperti biasa.

Setelah ayah mempersiapkan segala sesuatu untuk berangkat ke kantor menggunakan motor, kemudian motor dinyalakan untuk memanaskan mesin. Tak lama kemudian Abi ikut naik motor untuk berkeliling klaster perumahan kami yang tidak terlalu luas. Itu adalah aktifitas rutin abi dan ayah setiap pagi.

Ketika sudah tiba kembali di rumah, seperti biasa, ayah kembali memeriksa ulang kelengkapan motor dan isi tasnya. Setelah yakin semuanya telah lengkap, ayah pamitan kepada Bunda dan Abi, kemudian memberikan uang kepada abi untuk ditabung.

Pagi itu, ayah memberi Abi lima ribu rupiah karena abi dinilai baik sekali pagi hari ini. Tetapi apa komentar abi pagi ini?

"Abi tidak mau lima ribu rupiah... Abi maunya dua ribu rupiah saja ayah...!"

Ketika ayah mengatakan bahwa lima ribu lebih banyak daripada dua ribu rupiah, Abi menjawab, "Abi tau ayah... tapi abi maunya hanya dua ribu rupiah saja...!"

Sambil menggeleng-geleng kepala, Ayah memberikan selembar uang dua ribu rupiah kepada abi. Hmm... abi..abi... aneh aneh aja kamu....

Selasa, 19 Oktober 2010

Dua Ribu Rupiah Saja Ayaaaah............. (bagian I)



Sebagai reward karena sudah tidak mengompol lagi, setiap berangkat ke kantor Ayah selalu memberikan Abi uang sebesar Rp. 1000,- Selain untuk 'reward' maksud kami memberikan Abi uang seribu rupiah adalah untuk membiasakan Dia menabung sejak dini. Kebetulan Abi sangat suka sekali mengoleksi mainan Thomas and Friends yang bagi kami cukup mahal. Dan alhamdulillah koleksinya sekarang sudah bertambah, dari hasil tabungannya. Dan yang yang paling mengesankan, Abi sanggup menunggu beberapa bulan, atau bahkan setahun untuk bisa mendapatkan koleksi mainan yang diingankannya. Yang pasti sampai uangnya cukup.
Menjelang lebaran tahun ini, kepintarannya bertambah. Tidurnya sudah tidak harus di kipas-kipas lagi (biasanya kalau mau tidur tanganku atau ayah sampai pegal mengipasi atau menggaruk punggungnya). Jadilah rewardnya bertambah dari seribu rupiah menjadi dua ribu rupiah. Dan itu berlanjut sampai suatu saat Abi bangun jam 5 pagi tanpa harus dibangunkan terlebih dahulu dan tanpa ada tangisan. Waaah, bagi kami hal itu suatu kemajuan yang sangat pesat. Dan yang lebih mengejutkan, dia membantuku mencuci pakaian. Walaupun yang dicuci hanya celana dalamnya saja, tapi bagi kami bantuannya sudah sangat berarti. Yuppp... 'Abi mau bangun pagi, biar bisa bantuin bunda nyuci' katanya polos.
Jadi hari itu Abi dapat tambahan tabungan Rp. 5.000,-. Satu-Dua hari Abi mendapatkan reward tambahannya, dan dia mengompol.... ..., tapi tetap bangun pagi dan mencuci satu celana dalamnya. Jadi hari itu ayah hanya memberinya dua ribu rupiah saja. Setelah ayah berangkat, sambil tiduran dan memegang uang dua ribunya, dia berkata, "Bunda, sebenarnya Abi tadi malam ngompol supaya dikasih uang duaribu aja sama ayah..."
(bersambung...)

Selasa, 05 Oktober 2010

Pengusaha Soto Mie yang Kaya

Hari Minggu yang lalu, seperti biasa kami pergi ke Perumahan di belakang kompleks kami untuk mencari sarapan yang enak dan murah. Ternyata tukang bubur ayam langganan sudah menanti (satu minggu sebelumnya masih tutup karena liburan lebaran). aku dan ayah jadilah makan bbur ayam, tetapi ketika ditawarkan Ambi tidak mau makan bubur ayam. Dan ternyata dia Ingin makan sotoMie.
Akhirnya setelah makan bubur ayam, aku menemani Abi makan Soto Mie. Biasanya kami makan di lur tenda, supaya bisa melihat pemandangan di luar dengan jelas. Tapi karena penuh (maklum, kalau hari minggu banyak orang yang ikut senam pagi), kami pun masuk kedalam tenda.
Di dalam tenda sudah ada seorang kakek yang sudah sangat tua, sedang makan soto mienya. akupun tidak terlalu memperhatikannya lagi karena sibuk memesan dan menyiapkan tempat duduk untuk Abi. Seperti biasa dengan keramahannya Sang penjual soto mie berkata pada saya, "Tunggu sebentar ya ,Bu". Aku pun menjawab, iya Pak, tidak apa-apa.(karena memang antriannya lumayan panjang).Setelah duduk aku melihat kakek tua yang sudah selesai makan, berdiri dan berniat untuk membayar soto mienya. Tapi yang membuat Aku tersentuh, Sang penjual soto mie menolak bayarannya, tidak usah pak ujarnya, tapi Si Bapak tua masih berusaha membayar. Tapi dengan penuh keramahan Sang penjual soto Mie berkata bahwa bapak tua itu tidak usah membayar, dan yang lebih mencengangkan lagi Beliau menguucapkan Terimakasih kepada Bapak Tua itu seperti saat dia berterimakasih kepada para pelanggannya yang lain.
Sungguh bagiku pemandangan seperti itu sangat mengharukan, di saat 'Orang kaya' saling berebut harta yang jelas-jelas bukan haknya seperti yang selalu Kita lithat di berita-berita TV, di sini Aku melihat orang kaya yang sebenar-benarnya, Seorang Pengusaha Soto Mie yang begitu kaya hati dan kaya senyuman.

Minggu, 29 Agustus 2010

Inspirasi Lagi

Yahoomailku penuh banget, niatnya sih mau menghapus semua email yang masuk. Tapi ternyata malah mendapat topik menarik dari teman-teman di milist sekolah rumah. Sudah lama juga ya, aku nggak browsing informasi tentang perkembangan anak. Tapi hari ini dapat download gratis dari rumah inspirasi. Websitenya kereen deh, namanya aja rumah inspirasi, cocok banget jadi sumber inspirasiku. Di website rumah inspirasi ini bisa download gratis parameter perkembangan anak usia 6bln-6 thn. Dan kegiatan- kegiatan belajar dirumah (HOMESCHOOLING). Yang membuat aku tambah kagum, semua kegiatan dijadikan sumber bahan pelajaran.... Hmm mau lihat websitenya? Klik disini ya... Keluarga Homeschooling Indonesia
Pokoknya dijamin nggak kecewa deh.... Selamat belajar..............

Jumat, 18 Juni 2010

Koleksi Terbaru DeKayla

Kerudung Lengan Shafiyaa
IDR 99,000
Warna :
Hitam
Abu-abu
Cokelat tua
Cokelat muda

Tersedia juga Gamis/Abaya Shafiyaa
IDR 179,000











Kerudung Lengan Zahraa
IDR 99,000
Warna yang tersedia
Hijau
Biru tua (torqoise)
Ungu
Merah
Pink
Cokelat
Abu-abu
Hitam
Putih

Harga tertera di atas belum termasuk ongkos kirim
Lihat Koleksi Lengkap Busana Muslim dekayla di http://butikdekayla.blogspot.com

Rabu, 28 April 2010

Anakku Permataku

Memiliki anak rasanya bukan sekedar hamil, melahirkan, dan kemudian memandikan, memberi makan, membelikan pakaian dan mainan, lalu ya sudah yang lain-lain serahkan pada orang tua atau asisten.
Pastinya senang sekali begitu tahu dari hasil testpack dan meyakinkan diri ke dokter kandungan bahwa di dalam tubuh kita ada seorang atau bahkan lebih yang bergantung pada kita. Mulailah pada saat itu hunting ribuan pengetahuan tentang kehamilan dari mulai perkembangan janin dalam kandungan, makanan apa yang harus dimakan orang hamil, pantangan orang hamil, pakaian hamil, pokoknya apa saja, segala sesuatu yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan di explore, di baca, dan yang paling sulit dilaksanakan (mudah mudahan yang terakhir itu benar-benar dilakukan, karena banyak orang yang hobinya membaca tapi pengetahuannya dibiarkan saja mengendap di kepala)
Mulai mendekati melahirkan bimbang, normal atau caesar? Ini yang harus benar-benar di timbang. Sebenarnya proses persalinan merupakan proses yang benar-benar alami walaupun memang proses itu memang pertarungan antara hidup dan mati baik bagi ibu maupun bayi. Jika melahirkan secara normal, memang pada saat akan lahir rasanya pastilah sangat sakit tapi jika tidak ada komplikasi yakinlah bahwa semua akan-baik-baik saja. Karena pada dasarnya proses apapun yang berjalan normal merupakan hal yang paling baik. Tetapi hati-hati, jika paramedis sudah memberikan peringatan bahwa karena hal tertentu bayi harus dikeluarkan dengan cara operasi caesar, bukanlah hal yang buruk. Karena pasti paramedis memiliki pandangan tertentu mengenai kondisi ibu hamil dan bayi yang ada dalam kandungannya. Bahkan bagi ibu yang memang dipastikan tidak tahan merasakan sakitnya proses persalinan normal memang lebih baik jika persalinannya dilakukan dengan cara operasi caesar, karena akan sangat membahayakan jika ditengah-tengah persalinan sang ibu kehilangan tenaganya karena tidak kuat menahan sakit. Kalau ada segelintir orang yang bilang zaman dahulu nggak ada orang melahirkan pakai operasi caesar. Perlu di ingat, zaman dahulu belum ada teknologi yang memungkinkan kita dapat melihat kondisi kehamilan seperti sekarang ini . Sebelum ada teknologi yang menunjang kehamilan dan persalinan, angka kematian ibu dan bayi pada saat persalinan sangat tinggi, karena kemungkinan komplikasi saat persalinan tidak dapat diketahui, ataupun diketahui akan tetapi apa boleh buat mau tidak mau harus bersalin normal.
Setelah persalinan, hati-hati jangan terjebak pada perasaan diri sendiri karena Depresi Pasca Melahirkan bisa terjadi pada siapa saja, usahakan fokus pada pemulihan diri dan mengurusi sang buah hati yang pastinya kehadirannya membuat diri kita lebih merasa berharga. Daripada meratapi diri karena belumbisa menyusui, belum bisa memandikan, belum bisa mendiamkan tangisan sang bayi jika menangis, lebih baik cari informasi tentang cara merawat bayi baru. Banyak keluhan, seperti baru tidur sebentar si bayi sudah menangis, baru mau makan si bayi BAK atau BAB, baru masak sang bayi menangis, dikeluhkan oleh sang ibu. Mestinya hal itu tidak menjadi beban, nikmati saja karena semua itu akan segera berlalu dan ketika anak beranjak dewasa kita pasti akan merindukan segala macam kerepotan yang ditimbulkan saat mempunyai bayi.
Ketika usia bayi menjelang 6 bulan mulailah kita kerepotan mencari aneka macam makanan bayi, baik yang instan maupun buatan sendiri. Usahakan menu buatan sendiri menjadi favorit anak-anak dan jangan lupa menunya harus berganti-ganti biar bayi nggak bosan (kita saja kalau setiap hari menunya yang itu-itu saja pasti bosan, bayi juga manusia yang bisa merasa bosan). Mainan? Sekarang banyak sekali mainan dijual yang bertajuk mainan edukatif, apa benar edukatif? Tidak, jika setelah membelikan mainan, tidak ada yang mengajak bayi bermain. Ayah sibuk dengan urusan pekerjaan kantornya sementara sang ibu sibuk dengan sosialisasi di Internet. Jadi mainan hanya diberikan pada sang bayi lalu, setelah bayi bosan dibiarkan teronggok begitu saja untuk kemudian sang bayi dibelikan mainan baru. Dan jawabannya ya merupakan mainan edukatif jika setelah membeli orang tua mengajaknya bermain bersama-sama dan jika bosan mainan di simpan baik-baik untuk kemudian digunakan bermain lagi pada saat yang lain. Karena pada dasarnya bayi sangat mudah merasa bosan dan tambahan lagi stimulasi kecerdasan bayi harus dilakukan secara berulang-ulang. Jadi intinya mainan edukatif adalah mainan yang bisa dimainkan bersama-sama dengan orang tua dan orang yang ada disekitarnya. Jangan salah, jemari tangan juga bisa dijadikan mainan edukatif, jika setiap hari sejak anak lahir kita membilang jemari tangan kita di hadapannya, sang bayi pada saat bisa bicara dia langsung bisa menghitung jemarinya dari satu sampai lima. Kardus bekas makananatau susu bayi, sendok dan piring plastik yang tidak berbahaya pun bisa menjadi sarana bermain edukatif favorit bagi sang bayi jika orang tua bisa mengajak sang bayi bermain bersama-sama.
to be continue...........................

Sabtu, 17 April 2010

Busana Muslim Cantik

Sabtu, 17 April 2010

Alhamdulillah, ternyata silaturahmi membawa berkah ya. Hari ini ke tempat seorang sahabat lama yang kebetulan produsen busana muslim, Desainnya ok banget ternyata, simpel, chic,up to date dan yang pasti harganya nggak mahal pokoknya pas di kantong.Ini salah satu favorit saya






Mau lihat yang lebih lengkap ?
kunjungi di http://butikdekayla.blogspot.com

Senin, 14 Desember 2009

Abi Ke Ancol Lagi..




Hari Sabtu pagi, tanggal 5 Desember 2009, kami mengajak Abimanyu ke Ancol. Kami tiba di sana sekitar pukul 08.00 WIB. Kami memilih ke sana di pagi hari dengan pertimbangan udara masih segar, dan biasanya suasana masih belum terlampau ramai sehingga kami bisa bebas memilih tempat untuk menikmati pantai dan sinar mataharinya. Tapi tidak seperti biasanya, Ancol pada pagi itu sudah penuh dengan pengunjung. Untunglah, kami masih mendapat tempat di Beachpool, sehingga kami bisa menikmati sentuhan ombak di pantai.

Pagi itu sangatlah menyenangkan untuk kami. Banyak hal yang kami lakukan bersama di sana. Abimanyu langsung sibuk dengan peralatan membuat istana pasirnya. Sesekali ia melangkah ke bibir pantai untuk merasakan sedikit sentuhan air laut di kakinya.

Namun ada hal yang agak mengecewakan hati ini. Kami melihat sudah banyak tempat sampah disediakan di sepanjang pantai, namun masih juga tampak sampah yang mengotori pantai tersebut, terutama plastik yang mengambang di air lautnya. Beachpool yang seharusnya menjadi tempat kami berenang dengan nyaman, sedikit terganggu dengan kehadiran sampah-sampah tersebut. Semoga para pembuang sampah sembarangan itu menyadari bahwa perbuatan mereka dapat mengganggu dan merusak lingkungan di sekitar mereka. Go green..!

Namun ada juga hal cukup menggembirakan kami. Saat Abimanyu sibuk membuat istana pasir, kami melihat riak-riak air yang menurut kami bukan berasal dari deburan ombak. Ketika kami perhatikan dengan lebih seksama, ternyata riak itu disebabkan gerakan beberapa ekor ikan. Karena penasaran, suamiku membuka bajunya dan nyemplung ke dalam air. Ia bergerak menuju salah satu lokasi air yang beriak itu. Sesampainya di sana, dengan wajah gembira, ia berteriak bahwa ia melihat beberapa ekor ikan yang berenang bergerombol. Ia juga mengatakan, bahwa tidak cuma satu kelompok yang ada, tetapi beberapa. Selanjutnya, ia menggendong Abimanyu (karena Abimanyu tidak mau badannya basah…) masuk ke dalam air untuk melihat ikan-ikan itu. Kami tak tahu, ikan jenis apakah itu. Sekilas seperti ikan barracuda, tetapi ukurannya hanya sedikit lebih besar dari ikan mujair dewasa. Apa pun jenis ikan itu, yang pasti, ikan-ikan itu telah menunjukkan bahwa kualitas air di pantai itu agak membaik, meskipun masih harus ditingkatkan, antara lain dengan terus menjaga kebersihan di sana. Semoga pantai di Jakarta bisa segera dibersihkan total dari pencemaran, sehingga pemandangan ikan yang berenang hilir mudik bisa kami temui di setiap titik pantai yang kami kunjungi, amin…

Rabu, 26 Agustus 2009

Ajari Anak Berpuasa Tanpa Memaksa

Seputar Indonesia.com, Minggu 23 AAgustus 2009

Pada bulan Ramadan ini,ada baiknya Anda mulai mengajari si kecil untuk berpuasa.Sejak kapan si kecil seharusnya mulai belajar puasa dan bagaimana cara mengajarinya? Andhika Romadhona,7 tahun, terlihat cemas sambil memegangi perutnya saat hari pertama puasa.

Anak lelaki yang akrab disapa Dika ini mengaku lapar bukan kepalang saat itu.Padahal waktu masih menunjukkan pukul 10.00 pagi. Dika sudah mengeluh kepada bundanya. Tak tega melihat buah hatinya, sang bunda pun memperbolehkan Dika untuk buka, tetapi Dika menolak dengan alasan malu dengan temannya.

”Nanti kalau aku ketahuan Farhan gimana? Aku kan malu kalau ketahuan buka, pasti diledekin teman- teman,” tutur bocah kelas 2 SD ini. Sang bunda, Tuti Aliyah, mengatakan justru sangat senang sang anak sudah mau menjalankan puasa sejak dini.Tetapi jika sudah sakit dan ternyata dipaksakannya, itulah yang membuatnya khawatir.

Berbeda halnya dengan Taufilutfi, atau yang akrab disapa Luttfi, 6 tahun.Ia dengan percaya diri mengatakan jika sudah lapar, tanpa ragu ia pun makan dan minum,kemudian melanjutkan puasanya. ”Ya wajarlah mah, namanya juga lagi latihan, nanti juga kalau aku sudah besar,aku bakal puasa seharian penuh kok,”jelasnya saat ditanya sang mama mengapa Lutfi melakukan puasa yang seperti itu.

Memang bagi si kecil mengajari puasa bukan hal yang gampang.Tapi tentu saja Anda tak boleh menyerah. Melatih anak puasa sebenarnya bisa dilakukan sejak usia balita. Memang sebagai langkah awal,si kecil tak harus puasa sehari penuh.Anak bisa memulai puasa dengan puasa tengah hari.Anak juga harus diberi pemahaman soal puasa itu sendiri.

Selain menambah pendidikannya mengenai agama, anak juga diajarkan untuk hidup sehat. Mendidik anak untuk mendapatkan pengajaran tentang agama memang wajib dilakukan. Di saat anak belum mendapatkan pendidikan sebelum memasuki masa sekolahnya. Nah di sinilah pentingnya peranan orangtua menanamkan kehidupan sosial, moral, termasuk penanaman nilai-nilai tentang agama.

Lantas bagaimana menanamkan nilai agama termasuk puasa pada si kecil? Psikolog Keluarga dari Kasandra & Associates,Kasandra Putranto M.Psi mengatakan bahwa menanamkan norma agama pada anak memang sebaiknya dilakukan sejak dini dan sebaiknya dilakukan dengan cara-cara menyenangkan tanpa ada paksaan.

”Untuk mengenalkan ajaran agama memang sebaiknya dilakukan dengan cara menyenangkan. Sama halnya pada saat mengajarkan puasa,” tuturnya saat dihubungi SI. Kasandra menuturkan, mengajarkan puasa pada anak dilakukan dengan cara perlahan.Dimulai dari mengenalkan bahwa puasa itu adalah hukumnya wajib bagi yang sudah akil balig.

Mengenalkan anak tentang puasa dan melatih anak untuk betul- betul mulai berpuasa itu memang beda.Sebelum anak mengerti betul tentang puasa, semisal pada umur balita sampai usia 7 tahun, bila Ramadan akan segera tiba, orangtua bisa mengenalkan serta melibatkan anak pada kegiatankegiatan pada bulan Ramadan.

Meski belum ikut berpuasa, tapi libatkan si kecil untuk ikut buka puasa bersama, tadarusan atau mengaji, salat tarawih juga sahur. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan mendengarkan lagu-lagu tentang puasa, cerita Ramadan atau pengalaman masa kecil orangtua saat berpuasa.Dengan cara tersebut secara tidak langsung dapat memotivasi anak untuk belajar puasa.

”Biarkan anak puasa sekuatnya, jangan dipaksakan. Atau orangtua bisa memberikan anjuran untuk melakukan puasa dengan bertahap,”ucap psikolog yang juga aktif mengajar di Universitas London School of Public Relations ini. Bertahap bisa dilakukan dengan puasa pada minggu pertama selama 4-5 jam.

Bila sudah kuat, tambah jam puasa menjadi 6 jam pada minggu ke-2.Kemudian menambahnya lagi menjadi 9 jam untuk minggu-minggu berikutnya. Atau melatih puasa pada anak bisa juga dilakukan dengan melihat dari umur anak. Semisal anak masih balita, jika anak memaksa untuk ikut puasa,3 jam pun cukup.

”Jika anak tetap dipaksakan, maka dikhawatirkan, yang ada anak menjadi tidak mau berpuasa,” tutur psikolog dari 2 anak ini. Disarankan bagi anak yang ingin berpuasa, saat sahur untuk meminum segelas teh manis dan jangan biarkan si kecil berpuasa tanpa sahur.

Dan agar kondisi tubuh anak tetap prima, sebaiknya pada malam hari anak tidur lebih awal. Didiklah anak melakukan puasa dengan rasa kasih sayang. Mendidik anak untuk berpuasa juga membantu anak mencapai kedewasaan, baik dari segi akal,ruhiyah dan fisik.

Dimulai dari kenal dan mengetahui sesuatu, kemudian anak mau dan bisa hingga akhirnya menjadi biasa memang tidak membutuhkan waktu yang sebentar.Selain waktu, juga harus diperhatikan dari kemauannya yang kuat,juga kesabaran, serta semakin awal mengajarkannya, maka semakin baik.

”Jangan pernah memaksa anak untuk melakukan kegiatan apa pun karena anak pun tidak akan melakukannya dengan sungguhsungguh. Biarkan mereka melakukan sesuai kemampuannya. Karena semakin anak besar,maka semakin tumbuh juga rasa tanggung jawab anak,” pesan psikolog yang berpraktik di kawasan Pela,Jakarta Selatan ini. (inggrid namirazswara)

Program School Meal untuk Anak Bangsa

Seputar Indonesia.com, Minggu 23 Agustus 2009

Menangani masalah gizi buruk bisa dilakukan dengan beragam cara. Misalnya edukasi mengenai gizi, juga pemenuhan gizi.

Dikatakan oleh pakar gizi klinik yang juga anggota dari PDGKI (Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia),Dr.Fiastuti Witjaksono MS, Sp.GK, bahwa untuk berprestasi di sekolah anak membutuhkan gizi seimbang. Gizi seimbang terdiri dari asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang berpengaruh terhadap pembentukan otak untuk dapat tumbuh kembang optimal dan menentukan tingkat kecerdasan.

“Usia sekolah adalah masa emas untuk menentukan kondisi anak kelak ketika dewasa,” papar Fiastuti pada acara bertajuk “Bekal Sehat Blue Band Bagi Anak Bangsa” yang diadakan oleh Blue Band dan World Food Programme (WFP) beberapa waktu lalu.Pemenuhan gizi seimbang,juga menjadi langkah untuk mengantisipasi terjadinya penambahan masalah gizi buruk di Indonesia.

Menurut data dari Departemen Kesehatan RI,pada 2009 Indonesia telah berhasil mengurangi tingkat malanutrisi nasional selama beberapa tahun terakhir dari 25% menjadi 18%.Tapi secara signifikan hal tersebut masih tetap lebih tinggi dari standar ideal World Bank yaitu di bawah 10%.

Kekurangan gizi masih menjadi isu nasional dan hingga saat ini masih banyak anak Indonesia yang menderita hal tersebut. Masalah ini serius mengingat jumlah anak yang kekurangan gizi pada suatu negara,secara tidak langsung juga akan memengaruhi perkembangan dan kemajuan bangsa tersebut di masa depan.

Masih merujuk pada data dari Departemen Kesehatan RI pada Desember 2008, 44% dari seluruh anak di bawah usia 5 tahun di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami malanutrisi kronis. Sedangkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 47% anak mengalami malanutrisi kronis, yang di mana masih diklasifikasikan oleh WHO (World Health Organization) sebagai kondisi yang serius.

Berangkat dari kepedulian Blue Band dalam mengatasi masalah malanutrisi pada anak-anak sekolah dasar di Indonesia dan dengan keberhasilan WFP dalam Program School Meal,Blue Band telah memberikan bantuan donasi senilai 1 miliar rupiah selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2007 hingga tahun 2009 ini. Bantuan ini difokuskan untuk disalurkan ke daerah NTT dan NTB.

Melalui Program School Meal, anak-anak diberikan biskuit yang telah difortifikasi untuk memenuhi kekurangan mikronutrien,serta meningkatkan kemampuan konsentrasi dan belajar. WFP juga mendukung pendidikan nutrisi dan kebersihan di dalam kelas.

Brand Manager Blue Band Agus Nugraha menyebutkan, Blue Band menyadari bahwa anak pada usia sekolah dasar membutuhkan asupan gizi seimbang karena memerlukan fungsi kerja otak maksimal untuk menyerap mata pelajaran dasar di sekolah, dan merupakan masa pertumbuhan fisik maksimal.

“Berdasarkan survei oleh WFP, Program School Meal yang telah dilakukan oleh WFP dan Blue Band di wilayah NTT dan NTB telah membuahkan hasil yang positif dalam hal kehadiran anak dan tingkat konsentrasi di sekolah,”ucapnya. Donor & Private Sector Relations Officer WFP Indonesia,Alan Brown, mengatakan bahwa harga makanan yang tinggi dan krisis finansial dipercaya oleh WFP sebagai penyebab sulitnya mendapatkan pangan yang mencukupi di daerah pedalaman seperti NTT dan NTB.

Oleh sebab itu, pada 2009 dan 2010 WFP akan memfokuskan perhatian dan bantuan pada kedua daerah ini di mana pangan dan malanutrisi masih menjadi masalah yang serius.Tujuan perkembangan milenium WFP juga sejalan dengan objektif pemerintah Indonesia yang telah menetapkan target untuk mengurangi tingkat malanutrisi, serta tingkat kematian ibu dan anak pada tahun 2010.

“Bantuan pihak swasta seperti Blue Band sangat kami hargai demi mencapai tujuan ini,” tandasnya. Fiastuti menambahkan, jika ingin anak tetap fit di sekolah, maka jangan pernah meninggalkan sarapan. Sebagai pengganti sarapan yang tertinggal atau menambah menu sarapannya,biskuit dari bantuan Program School Meal sangat berguna sekali untuk pemenuhan gizi seimbang mereka agar tetap fit dalam beraktivitas.(inggrid)

Jumat, 21 Agustus 2009

KPI Umumkan 5 Sinetron Bermasalah

Harian Kompas, Jum’at 21 Agustus 2009

Jakarta, Kompas Komisi Penyiaran Indonesia Pusat menemukan lima sinetron bermasalah yang ditayangkan sepanjang Juni 2009. KPI memberikan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya terhadap Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran.
”Rapat Pleno KPI Pusat tanggal 28 Juli, setelah mendapat masukan dan pertimbangan dari tim panelis yang beranggotakan Arief Rachman, Dedy Nur Hidayat, Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto, dan Razaini Taher, menyatakan, dari 28 program yang terdiri dari 666 episode yang diteliti, ditemukan lima sinetron yang bermasalah,” kata Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Pusat Yazirwan Uyun, Kamis (20/8) di Jakarta.
Sinetron-sinetron bermasalah tersebut adalah 1001 Cerita yang ditayangkan TPI, Sakina, Kasih dan Asmara, Mualaf, serta ”FTV Drama” yang ditayangkan Indosiar.
Yazirwan Uyun menjelaskan, sinetron bermasalah tersebut umumnya menampilkan kekerasan fisik dan verbal, seperti menampar, memukul, menjambak, menendang, memaku, serta kata-kata kasar dan makian.
Menurut Yazirwan Uyun, masyarakat diharapkan bisa mengawasi dan berperan aktif memantau semua tayangan dan memberikan laporan kepada KPI melalui pesan pendek (SMS) ke nomor 081213070000 atau faksimile dan telepon ke nomor (021) 6340667 atau 6340713.
(NAL)

Makan Bersama Bikin Keluarga Lebih Harmonis

KOMPAS.com, Kamis 20 Agustus 2009

Keluarga inti merupakan sebuah lembaga kecil. Dari keluargalah segala norma, etiket, nilai-nilai, dan kepribadian seseorang terbentuk. Namun, ketika sebuah keluarga tidak lagi harmonis, hal-hal dan nilai baik sukar untuk diajarkan kepada anak-anak. Untuk itu, sebelum keluarga (sebagai tempat berbagi afeksi), nilai, dan sistem itu mulai rusak, usahakan untuk membentuk kembali kegiatan-kegiatan yang menyenangkan bersama. Salah satunya adalah dengan makan bersama. Ini merupakan kegiatan yang dulu merupakan budaya, namun terkikis oleh jaman dan dalih kesibukan, macet, banyak kerjaan, bahkan malas.
Data yang disajikan oleh Dr. Erna Karim M.Si, pengajar di Program Sarjana Sosiologi FISIP Universitas Indonesia, bahwa 5 tahun belakangan, angka perceraian umat Islam di kota–kota besar di Indonesia meningkat 3 kali lipat (hampir mencapai 300 persen). Yang terbesar terjadi di Surabaya (cerai talak sebanyak 17.728 perkara, cerai gugat 27.805 perkara), kedua di Bandung (cerai talak 13.415, cerai gugat 15.139); Semarang (cerai talak 12.694 perkara, cerai gugat 23.653 perkara); ketiga di Jakarta; dan keempat di Makasar. Data tahun 2005 –2006 ini berasal dari Dirjen Bimas Islam Dep. Agama RI.
Penyebab angka-angka perceraian di atas adalah ketidakharmonisan suami-istri, suami tidak bertanggungjawab, ekonomi, cemburu, kekerasan/penganiayaan, dan poligami. Hal ini sebenarnya bisa dicegah jika saja si orangtua dalam keluarga mendapat contoh bagaimana menjadi orangtua dari orangtua mereka sendiri. Karena ketika keluarga tidak harmonis, hal ini cenderung berulang kepada anak-anaknya.
Salah satu cara untuk menjembatani ketidakharmonisan keluarga adalah dengan makan bersama. Dr. Erna Karim, M.Si, pada peluncuran kampanye Royco Ayo Makan Bersama! mengatakan, “Kebiasaan makan bersama merupakan tradisi yang ada sejak dulu di masyarakat Indonesia. Namun, karena ada kendala struktural, seperti jam aktivitas keluarga yang tak sama, kepadatan lalu lintas, pengaruh teknologi, dan lainnya membawa implikasi kepada pergeseran nilai-nilai dan norma makan bersama."Padahal, makan bersama memiliki 3 fungsi, yakni mengenalkan variasi makanan pada anak, membentuk pola asuh anak, dan mengikat kebersamaan suatu keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil, terang Dr. Erna.
Dr. Rose Mini, M.Psi, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, mengutip hasil penelitian Teri L Burgess-Champoux, School of Public Health di University of Minnesota, yang melibatkan 677 remaja, tahun 1998 -2004. Makan bersama secara rutin selama masa peralihan, dari awal sampai pertengahan masa remaja, secara positif berdampak pada perkembangan perilaku sehat bagi pemuda, begitu menurut hasil penelitian tersebut.
Menurut Dr. Rose Mini, “Makan bersama bukan sekadar mengenyangkan perut saja, tapi juga mengenyangkan jiwa (soul food), memunculkan emosi positif bagi keluarga karena ada interaksi antaranggota keluarga sehingga dapat menciptakan hubungan yang erat dan harmonis. Namun, yang perlu diingat, bahwa pada saat makan bersama, hendaknya anggota keluarga saling menyimak dan menunjukkan empati kepada lawan bicara dan bukan sekadar basa-basi, serta mendengarkan sambil lalu, agar tercipta sebuah dialog positif.”
Pada tahun 2008, Unilever mengadakan penelitian terhadap 6.000 responden di 12 negara untuk mengetahui budaya makan bersama keluarga. Di Indonesia, penelitian ini dilakukan di Jakarta dengan 500 responden dengan rentang usia 18-65 tahun dengan jumlah responden imbang laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan budaya makan bersama keluarga yang disebabkan oleh gaya hidup modern.
Cara untuk mengembalikan budaya makan bersama ini? Tentu kembali lagi dengan komitmen dan komunikasi di antara keluarga. Harus ada yang memulai untuk melakukan kegiatan ini. Setidaknya peran orangtua, misal ibu yang senantiasa mencipta suasana makan yang kondusif bersama keluarga. Lengkapi dengan hidangan lezat bergizi dan disukai anggota keluarga. Harus ada komitmen dari setiap anggota keluarga untuk sampai di rumah lebih awal dan meluangkan waktu agar dapat makan bersama beberapa kali tiap minggu, mengurangi bepergian dan makan di luar rumah, mengurangi aktivitas di depan televisi, komputer, video game, telepon genggam, dan alat komunikasi lain. Ini penting, agar mendapatkan interaksi tatap muka dan interaksi yang akrab. Keluarga yang makan bersama, lebih besar kemungkinannya untuk selalu terus bersama.


Makan Bersama Bikin Keluarga Lebih Harmonis

KOMPAS.com, Kamis 20 Agustus 2009

Keluarga inti merupakan sebuah lembaga kecil. Dari keluargalah segala norma, etiket, nilai-nilai, dan kepribadian seseorang terbentuk. Namun, ketika sebuah keluarga tidak lagi harmonis, hal-hal dan nilai baik sukar untuk diajarkan kepada anak-anak. Untuk itu, sebelum keluarga (sebagai tempat berbagi afeksi), nilai, dan sistem itu mulai rusak, usahakan untuk membentuk kembali kegiatan-kegiatan yang menyenangkan bersama. Salah satunya adalah dengan makan bersama. Ini merupakan kegiatan yang dulu merupakan budaya, namun terkikis oleh jaman dan dalih kesibukan, macet, banyak kerjaan, bahkan malas.
Data yang disajikan oleh Dr. Erna Karim M.Si, pengajar di Program Sarjana Sosiologi FISIP Universitas Indonesia, bahwa 5 tahun belakangan, angka perceraian umat Islam di kota–kota besar di Indonesia meningkat 3 kali lipat (hampir mencapai 300 persen). Yang terbesar terjadi di Surabaya (cerai talak sebanyak 17.728 perkara, cerai gugat 27.805 perkara), kedua di Bandung (cerai talak 13.415, cerai gugat 15.139); Semarang (cerai talak 12.694 perkara, cerai gugat 23.653 perkara); ketiga di Jakarta; dan keempat di Makasar. Data tahun 2005 –2006 ini berasal dari Dirjen Bimas Islam Dep. Agama RI.
Penyebab angka-angka perceraian di atas adalah ketidakharmonisan suami-istri, suami tidak bertanggungjawab, ekonomi, cemburu, kekerasan/penganiayaan, dan poligami. Hal ini sebenarnya bisa dicegah jika saja si orangtua dalam keluarga mendapat contoh bagaimana menjadi orangtua dari orangtua mereka sendiri. Karena ketika keluarga tidak harmonis, hal ini cenderung berulang kepada anak-anaknya.
Salah satu cara untuk menjembatani ketidakharmonisan keluarga adalah dengan makan bersama. Dr. Erna Karim, M.Si, pada peluncuran kampanye Royco Ayo Makan Bersama! mengatakan, “Kebiasaan makan bersama merupakan tradisi yang ada sejak dulu di masyarakat Indonesia. Namun, karena ada kendala struktural, seperti jam aktivitas keluarga yang tak sama, kepadatan lalu lintas, pengaruh teknologi, dan lainnya membawa implikasi kepada pergeseran nilai-nilai dan norma makan bersama."Padahal, makan bersama memiliki 3 fungsi, yakni mengenalkan variasi makanan pada anak, membentuk pola asuh anak, dan mengikat kebersamaan suatu keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil, terang Dr. Erna.
Dr. Rose Mini, M.Psi, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, mengutip hasil penelitian Teri L Burgess-Champoux, School of Public Health di University of Minnesota, yang melibatkan 677 remaja, tahun 1998 -2004. Makan bersama secara rutin selama masa peralihan, dari awal sampai pertengahan masa remaja, secara positif berdampak pada perkembangan perilaku sehat bagi pemuda, begitu menurut hasil penelitian tersebut.
Menurut Dr. Rose Mini, “Makan bersama bukan sekadar mengenyangkan perut saja, tapi juga mengenyangkan jiwa (soul food), memunculkan emosi positif bagi keluarga karena ada interaksi antaranggota keluarga sehingga dapat menciptakan hubungan yang erat dan harmonis. Namun, yang perlu diingat, bahwa pada saat makan bersama, hendaknya anggota keluarga saling menyimak dan menunjukkan empati kepada lawan bicara dan bukan sekadar basa-basi, serta mendengarkan sambil lalu, agar tercipta sebuah dialog positif.”
Pada tahun 2008, Unilever mengadakan penelitian terhadap 6.000 responden di 12 negara untuk mengetahui budaya makan bersama keluarga. Di Indonesia, penelitian ini dilakukan di Jakarta dengan 500 responden dengan rentang usia 18-65 tahun dengan jumlah responden imbang laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan budaya makan bersama keluarga yang disebabkan oleh gaya hidup modern.
Cara untuk mengembalikan budaya makan bersama ini? Tentu kembali lagi dengan komitmen dan komunikasi di antara keluarga. Harus ada yang memulai untuk melakukan kegiatan ini. Setidaknya peran orangtua, misal ibu yang senantiasa mencipta suasana makan yang kondusif bersama keluarga. Lengkapi dengan hidangan lezat bergizi dan disukai anggota keluarga. Harus ada komitmen dari setiap anggota keluarga untuk sampai di rumah lebih awal dan meluangkan waktu agar dapat makan bersama beberapa kali tiap minggu, mengurangi bepergian dan makan di luar rumah, mengurangi aktivitas di depan televisi, komputer, video game, telepon genggam, dan alat komunikasi lain. Ini penting, agar mendapatkan interaksi tatap muka dan interaksi yang akrab. Keluarga yang makan bersama, lebih besar kemungkinannya untuk selalu terus bersama.


Makanan Penurun Kolesterol


Kompas.Com, Rabu 19 Agustus 2009
Gaya hidup merupakan salah satu faktor risiko penyebab kolesterol yang dapat diubah. Salah satu perubahan gaya hidup yang mudah dilakukan adalah dengan memilih konsumsi makanan yang tepat.

Ada beberapa jenis makanan yang efektif meningkatkan kolesterol baik (high-density lipoproteins/HDL). HDL berfungsi membuang kelebihan kolesterol dari sel dan dinding arteri serta membawa kolesterol kembali ke hati untuk dibuang. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran sejak dini untuk mulai memilih-milih makanan yang sehat dikonsumsi.

Kurangi Lemak jenuh
Salah satu pemicu peningkatan kolesterol adalah jumlah dan jenis lemak jenuh. Makanan yang berasal dari hewan, seperti susu, keju, daging, margarin, atau keju, biasanya mengandung lemak jenuh. Tapi ada juga bahan makanan dari tumbuhan yang mengandung lemak jenuh, misalnya minyak kelapa atau minyak sawit.
Kedelai
Food and Drug Administration AS merekomendasikan konsumsi protein kedelai minimal 25 gram setiap hari untuk mengurangi kolesterol. Ada banyak pilihan makanan berbasis kedelai yang tersedia di sekitar kita, mulai dari tahu, tempe, hingga susu kedelai.

Perbanyak serat
Penelitian menunjukkan, konsumsi kacang-kacangan setiap hari selama enam minggu bisa mengurangi kolesterol hingga 10 persen.

Serat yang mudah larut di air menghambat penyerapan kolesterol di usus sehingga membantu menurunkan jumlah kolesterol dalam darah. Serat yang mudah larut bisa kita temukan pada gandum, beras merah, kacang, apel, wortel, dan sebagian besar sayur dan buah-buahan.

Konsumsi ikan
Penelitian menunjukkan asam lemak omega-3 yang ditemukan pada ikan, terutama ikan laut seperti salmon bisa membantu menurunkan lemak jahat dan meningkatkan kadar lemak baik, serta menurunkan trigliserida. The American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi minimal dua porsi ikan dalam seminggu.

Alpukat
Buah alpukat merupakan sumber terbaik untuk lemak tak jenuh yang bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol baik sekaligus menurunkan kolesterol jahat. Alpukat juga mengandung beta sitosterol yang bisa mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan. Meski begitu, alpukat mengandung kalori tinggi, yakni 300 kalori dan 30 gram lemak. Karena itu konsumsi buah ini sebagai pengganti makanan tinggi lemak lainnya.

Bawang putih
Selama ratusan tahun bawang putih telah digunakan oleh berbagai budaya di dunia. Suku Mesir memasukkan bawang putih dalam diet mereka untuk menambah stamina.

Dalam dunia modern, para peneliti berhasil mengetahui manfaat bawang putih untuk menurunkan kolesterol, mencegah sumbatan pembuluh darah, mengurangi tekanan darah, dan membantu tubuh melawan infeksi. Penelitian terkini menyebutkan bumbu ini mencegah terjadinya plak di arteri pada stadium dini, atau disebut juga nano plak.

Bayam
Sayuran ini kaya akan lutein, pigmen berwarna kuning yang juga ditemukan pada sayuran berdaun hijau dan kuning telur. Reputasi lutein dalam menjaga penglihatan sudah terkenal. Penelitian terkini menunjukkan makanan yang kaya lutein juga melindungi kita dari serangan jantung dengan cara membentuk lapisan pelindung dinding arteri dari serangan kolesterol.

Teh
Teh, baik diminum dalam kondisi dingin atau panas, memiliki kandungan antioksidan, Flavonoids. Studi membuktikan teh juga menjaga pembuluh darah tetap rileks dan mencegah sumbatan. Flavonoids dalam teh juga menujukkan bisa mencegah oksidasi kolesterol jahat yang menyebabkan terbentuknya plak di dinding arteri. Antioksidan yang sangat kuat ini mungkin juga menurunkan kolesterol dan tekanan darah.

Cara mengolah
Yang tak kalah penting dalam menjaga kadar kolesterol tetap normal adalah pengolahan makanan. Meski makanan yang dipilih sudah berkolesterol rendah, kalau dimasak dengan minyak yang mengandung minyak jenuh, tetap saja makanan itu mengandung kolesterol tinggi.

Proses pengolahan makanan yang disarankan adalah dengan cara dikukus, bakar, atau rebus. Bila sudah terbiasa makanan yang digoreng, kurangi porsinya atau pilih cara masak dengan menumis yang memakai minyak dalam jumlah sedikit.

Saat Harus Kembali Bekerja

Kompas.com Rabu 19 Agustus 2009 | 19:41 WIB

Usai melahirkan dan menikmati masa menjadi ibu selama tiga bulan penuh, kini saatnya Anda harus kembali ke kantor. Ada perasaan tak rela harus meninggalkan si kecil, namun pekerjaan dan pergaulan di kantor juga terasa begitu menggoda. Namun, ketika akhirnya hari pertama masuk kerja itu datang, hati Anda begitu hancur. Anda tidak tega mendengarkan si kecil menangis begitu pilu, melihat sang ibu bersiap-siap meninggalkan dirinya. Saat itu mungkin Anda akan merasa begitu tidak bertanggung jawab, tidak mampu melakukan tugas sebagai ibu sepenuhnya.
Maka, Anda perlu dukungan orang lain untuk menggantikan tugas Anda sementara Anda tidak di rumah. Orang lain itu bisa suami, pengasuh, orangtua, mertua, atau bahkan tetangga. Mintalah nasihat mengenai bagaimana harus mengasuh anak saat Anda harus kembali bekerja. Diskusikan harapan-harapan Anda mengenai gaya hidup ibu bekerja, termasuk dengan atasan, dan apa yang mereka harapkan dari Anda. Diskusi ini akan memberikan bayangan pada Anda bagaimana harus menghadapi masa transisi antara tugas mengasuh anak dan bekerja di kantor. Penting untuk Anda ketahui, bahwa berkonsentrasi pada pekerjaan di kantor sama pentingnya dengan perhatian untuk si kecil.
Untuk memberi gambaran pada Anda, simak tips dari Ariane de Bonvoisin, penulis The First 30 Days dan pendiri first30days.com, website yang didedikasikan untuk membantu Anda menghadapi perubahan dalam hidup.
Bagaimana memaksimalkan waktu dengan bayi?
Selama ini kita selalu mengatakan, kualitas lebih penting dari kuantitas. Karena itu, saat Anda sedang di rumah, pastikan bahwa diri Anda benar-benar hadir untuk si kecil. Bagaimana caranya? Mudah saja: matikan televisi, singkirkan ponsel, dan terutama keharusan meng-update status di Facebook. Lakukan ini, hanya bila Anda memang peduli pada si kecil. Untuk memberikan waktu berkualitas pada si kecil, Anda bisa mengajaknya ngobrol, misalnya dengan bercerita mengenai apa saja yang Anda lakukan di kantor. Misalnya, "Hari ini Ibu ada rapat, lamaaa... sekali. Padahal Ibu sudah kangen sama kamu." Bertanyalah juga pada si kecil, apa yang dia lakukan hari ini (meskipun Anda harus menjawabnya sendiri). Meskipun bayi tidak bisa berbicara, yang penting adalah komunikasi dan kontak batin antara Anda dengannya. Berbagi cerita akan memungkinkan Anda untuk mengekspresikan emosi, dan membantu si bayi meluapkan emosinya juga.
Perasaan apa yang bisa diharapkan?
Anda mungkin akan merasa begitu lelah, bahkan mungkin depresi. Namun perasaan yang paling Anda rasakan mungkin adalah rasa bersalah karena meninggalkannya begitu lama di rumah. Atau justru karena Anda merasa lega dapat meninggalkan rumah menuju kantor? Itu pun wajar saja. Jika rasa bersalah ini muncul, ingatkan diri Anda mengapa Anda harus berangkat ke kantor, dan mengapa hal itu merupakan pertanda baik. Lalu, tetaplah berpegang pada pikiran tersebut. Rasa bersalah akan memudar bersama kesibukan yang Anda alami di kantor, dan Anda akan merasa lebih baik sesudahnya. Mungkin Anda akan merasa iri hati dengan teman yang suaminya begitu cekatan mengurus bayi. Namun tak ada gunanya membanding-bandingkan. Lebih baik Anda minta teman-teman yang lain berbagi tips merawat bayi.
Anda mungkin akan membutuhkan pengakuan, entah dari teman atau dari keluarga, bahwa Anda telah melakukan hal yang benar. Namun pengakuan tersebut seharusnya bukan karena Anda mampu menyeimbangkan karir dan pekerjaan di rumah, melainkan karena Anda telah mengusahakan yang terbaik untuk si kecil.
Lima cara sukses melewati masa transisi:
1. Sewa seorang pengasuh, entah pembantu rumah tangga atau baby sitter. Jika mereka datang untuk bernegosiasi dengan Anda, ajak si kecil bersama Anda, untuk mengetahui bagaimana interaksi mereka terhadap anak. Berlatihlah bersama-sama dengan pengasuh untuk menjalankan kegiatan rutin bersama anak.
2. Delegasikan tugas. Sebagai manajer rumah tangga, Anda wajib mendelegasikan tugas kepada suami maupun pengasuh untuk mengambil alih tanggung jawab atas si bayi ketika Anda sedang beraktivitas. Anda tak punya pengasuh, dan belum berani menyerahkan si kecil pada suami? Minta ia menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga yang lain, seperti mencuci pakaian atau menyapu dan mengepel lantai.
3. Menyesuaikan diri. Pastikan Anda tidak banyak menceritakan problem Anda bersama si kecil saat berada di kantor, atau simpan untuk sahabat terdekat Anda saja. Hal ini untuk memastikan bahwa perhatian Anda benar-benar tercurah ke pekerjaan, bukan kepada bayi di rumah.
4. Tetap berhubungan. Dalam minggu-minggu pertama, usahakan pengasuh pergi berlibur saat weekend sehingga Anda bisa menyediakan waktu berkualitas untuk si kecil. Sambil berusaha menyesuaikan diri dengan jadual kehidupan Anda yang baru, Anda bisa menemukan jalan keluar untuk membantu Anda menenangkan diri.
5. Nikmati peran baru Anda. Ini yang terpenting. Bila kehadiran bayi memang sudah lama Anda nantikan, pantaskah Anda berkeluh-kesah saat harus pontang-panting membagi perhatian antara pekerjaan, suami, dan si kecil? Anda bekerja untuk mencari uang bagi keperluan si kecil, maka bekerjalah dengan senang. Saat di rumah, ikuti semua perkembangan si kecil, dan jangan biarkan Anda melewatkan satu momen pun agar Anda bisa menjadi ibu yang seutuhnya

Gizi Baik, Anak Jarang Bolos Sekolah

Kompas.Com, Selasa 18 Agustus 2009

KOMPAS.com - Pemberian makanan tambahan berupa biskuit yang sudah diperkaya dengan zat-zat gizi untuk memenuhi kecukupan gizi tidak saja efektif menurunkan angka penyakit, tapi juga meningkatkan angka kehadiran dan konsentrasi anak di sekolah.

Demikian Agus Nugraha, Brand Manager Blue Band, memaparkan keberhasilan program school meal yang sudah berjalan selama tiga tahun bekerja sama dengan World Food Programme di beberapa wilayah malnutrisi, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam program school meal tersebut, anak-anak di NTT dan NTB diberikan biskuit yang sudah difortifikasi. Menurut survei oleh WFP, program tersebut telah menunjukkan hasil positif berupa kehadiran anak di sekolah yang lebih tinggi, yaitu 99 persen dari sebelumnya 93 persen, serta tingkat konsentrasi anak meningkat dari 54 persen menjadi 73 persen.

Selain pemberian makanan tambahan, WFP juga memberikan penyuluhan gizi kepada para ibu dan wanita hamil serta pendidikan hidup bersih. Dengan cara ini diharapkan masalah gizi buruk dapat diatasi secara keseluruhan.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2009, Indonesia telah berhasil mengurangi tingkat malnutrisi nasional selama beberapa tahun terakhir dari 25 persen menjadi 18 persen. Meski hal tersebut masih jauh dari standar ideal World Bank, yaitu di bawah 10 persen.

Malnutrisi merupakan masalah kesehatan yang masih menghantui republik ini meski pelbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasinya. Jangkankan di daerah, di DKI Jakarta saja masih banyak anak sekolah yang menderita malnutrisi.

"Di Jakarta tanda kekurangan gizi bisa dilihat pada anak-anak sekolah yang tinggi badannya di bawah rata-rata," kata pakar gizi klinik, Dr Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK.

Ditambahkan oleh Fiastuti, agar anak sehat dan berprestasi di sekolah, kualitas makanan anak perlu ditingkatkan. "Makanan mengenyangkan belum tentu gizinya terpenuhi," katanya.

Oleh karena itu, Fiastuti menyarankan agar orangtua mulai membiasakan anaknya untuk sarapan dengan menu bergizi. "Bila cadangan energi kurang, maka energi untuk otak juga berkurang, bagaimana anak bisa menangkap pelajaran di sekolah," katanya.

Kamis, 20 Agustus 2009

Sambal Goreng Ati

Bahan-Bahan

1 kg Kentang
1/2 kg Ati Sapi
2 papan petai
1/4 kg Cabai Merah Besar
5 siung bawang putih
5 btr bawang merah
2 lbr daun salam
1 ruas jari lengkuas (dimemarkan)
2 Gelas santan dari 1 btr kelapa
1 Sdm Garam
2 sdm gula merah

Cara Membuat
1. Kupas kentang, dan iris dadu setelah itu gorang sampai kering.
2. Ati sapi di rebus selama 15 menit, kemudian di iris dadu.
3. Rebus sebentar cabai merah, bawang merah dan bawang putih untuk kemudian dihaluskan.
4. Setelah itu tumis bumbu hingga harum, masukkan gula,garam, daunsalam dan lengkuas yang telah dimemarkan.
5. Tambahkan satu gelas air dan biarkan mendidih
6. Setelah itu masukkan ati sapi, dan biarkan hingga bumbu meresap lalu tambahkan santan
7. Setelah airnya berkurang masukkan kentang sambil diaduksesekali hingga habis airnya.
8 Masukkan petai, masak sebentar lalu matikan api
9. Diamkan sebentar dan sajikan di wadah Tupperware Saucy Dish.

Beli gado-gado 2 bungkus dapatnya banyak sekali…..

Siang menjelang bulan puasa rasanya panas sekali, membuatku malas untuk keluar rumah. Tapi ya tetap harus jalan karena nggak ada makanan untuk makan siang. Jadi dengan agak setengah hati aku pun berangkan jalan kaki untuk membeli dua bungkus gado-gado di warung Mpok.
Mpok, gado-gadonya 2 bungkus ya, yang satu pedas, satu lagi cabainya 1 saja kataku. Iya tunggu sebentar ya Neng, Mpok penjual gado-gado pun masuk kembali ke rumahnya. Sambil membawa ketimun yang baru saja dicuci, Maaf ya Neng, di dalam masih masak, memangnya belum matang semua mpok? Belum Neng, maklumlah nggak ada yang ngebantuin, Cuma mantu saya aja, itu aja kalau dia sift malem. Rajin ya Mpok mantunya, padahal laki-laki. Iya neng Alhamdulillah, anak saya yang dua kerja satu lagi tuh molor melulu kerjanya emang susah punya anak laki-laki. Katanya sambil melanjutkan membuat gado-gado.

Sebentar lagi puasa ya neng?,kayaknya cepet banget waktu berjalan. Iya betul, kalau puasa jualan Mpok? Nggak Neng, anak saya bisa marah kalau saya tetap jualan, dia pasti ngasih duit ke saya kalau bulan puasa biar saya nggak jualan. Lagian cape Neng kalau jualan, bisa-bisa saya nggak bisa ibadah. Jangankan baca Al-Quran, shalat tarawih aja nggak sempet. Kalau jualan nih Neng, maghrib-maghrib orang-orang minta bikinin makanan-inilah, makanan itulah pokoknya nggak sanggup deh, katanya sambil membungkus gado-gado yang satu.

Setelah itu ia melanjutkan membuat gado-gado yang kedua. Sayapun bertanya lagi padanya, terus kalau nggak jualan dirumah ngapain aja Mpok? Ya, Abis Sahur yabaca Al-Qur-an, sampai Subuh, nanti shalat Subuh dan beres-beres rumah deh. Habis itu jam sembilanan Shalat Sunat Duha, sebelumnya shalat Taubat dulu Neng nggak usah banyak-banyak 2 rokaat-2 rokaat aja. Habis itu baca Al_Qur-an, Syukur-syukur kalau dapat 2 Juz, Kalau nggak sih sampai berapa ‘ain gitu. Mudah-mudahan kuat puasa ramadhan tahun ini, biar nggak ada utang, kalau punya utang takut nggak kebayar Neng.

Ntar, jam 2-an baru masak buat buka, pokoknya kalau puasa mah yang penting ibadah deh. Subhanallah kataku dalam hati Mpok ini selain pekerja keras sangat taat ibadahnya, pantas saja melihat wajahnya saja begitu bersih dan teduh. Lalu dia melanjutkan, kata orang sih orang betawi pada males-males Neng, baru punya kontrakan 5 petak aja, kerjanya Cuma tidur-tiduran, ya kalau itu sih bukan karena orang betawinya kali Mpok,yang lain juga kalau memang dasarnya pemalas ya kerjanya Cuma tidur-tiduran aja nggak pada usaha. Iya ya Neng, Udah nih Neng, katanya sambil membungkus gado-gado yang kedua, jadi semuanya berapa Mpok? Tanyaku. Empat belas ribu. Akupun menyodorkan uang lima puluh ribuan, dan Si Mpok dengan segera mengembalikan sisa uangku. Makasih ya Mpok, Iya Neng, mudah-mudahan pada sehat terus ya, katanya lagi. Akupun beranjak pulang ke rumah sambil berkata dalam hati stop bermalas-malasan ya... Semoga.............................

Jangan Lupa Waktu yaa...

Jadwal Shalat Jakarta dan Sekitarnya

Blogging gak bisa menghasilkan uang? Siapa bilang? Coba klik deh...